Lascaria dapat diartikan sebagai
pasrah. Tetapi dalam konteksnya kebanyakan orang orang mengartikan pasrah
sebagai kata dengan tidak melakukan apa-apa. Namun di dalam Bhagavad Gita, lascaria
diartikan kita sebagai umat manusia harus selalu berusaha seperti biasanya,
tetapi hasil yang akan kita peroleh kita pasrahkan saja ke hadapan Ida Shang
Hyang Widhi Wasa. Dibalik usaha yang kita lakukan, juga harus selalu dibarengi
dengan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
Di dalam Hindu dikenal dengan Hari
Raya Ḉivalatri,
yaitu Malam renungan Ḉiva. Pada malam Ḉiva ini, umat Hindu melakukan perenungan
tentang hal hal yang selama setahun telah dilakukan,tanpa makan dan minum,tanpa
tertidur semalam suntuk, yang kita lakukan hanyalah memasrahkan diri dengan
berjapa menyebut nama tuhan dengan sebutan “OM NAMA ḈIVA YA”.

Dimana Ḉiva
memegang peranan penting di dalamnya.
Lascaria bila dikaitkan dengan malam renungan Ḉiva yaitu seperti
yang sudah diterangkan sebelumnya, di malam renungan Siva kita melakukan
perenungan suci atau berjapa. Japa ini lah wujud pasrah kita kehadapan Ida
Shang Hyang Widhi dimana Dewa Ḉiva sebagai manivestasiNya dengan harapan
semoga di tahun Ḉaka berikutnya kita bisa lebih baik dari tahun
sebelumnya. Jadi merayakan Tahun Baru tidak harus selalu dengan pesta pora,
menghambur-hamburkan uang, tetapi dengan melakukan Perenungan suci sehingga di
dalam diri kita tertanam kekuatan iman yang dapat kita jadikan bekal dalam
mengarungi tahun tahun berikutnya.
Jadi kesimpulannya, dalam melakukan suatu
kegiatan, kita harus melaksanakannya dengan sungguh sungguh serta dibarengi
dengan doa, tetapi yang terpenting dari itu semua adalah bagaimana kita
memasrahkan hasil yang akan kita terima.
Sumber : Titian Rohani Agama
Hindu ANTv
Hari/tanggal : -
Tempat : -
Nama
Penceramah : Bp. A S Kobalen
Tidak ada komentar :
Posting Komentar